Assalamualaikum Wr.Wb
hai guys masih bersama saya Ahans Iriano kali ini saya akan sharing
tentang management project
A.Judul/Nama Kegiatan
management project Bidang IT & Pendidikan
B.Pendahuluan
Manajemen proyek adalah implementasi ilmu pengetahuan
keterampilan, dan keahlian, serta teknik yang terbaik dan berkualitas
yang dijalankan secara bersamaan untuk mencapai target yang sebelumnya
telah direncanakan. Dengan dukungan sumber daya, sangat diharapkan bahwa
semua rangkaian kegiatan ini dapat menghasilkan output yang optimal,
terutama output yang berkaitan dengan kinerja, kualitas, waktu, dan
keselamatan kerja.
Dengan adanya sebuah management saat kita melakukan proyek kita
bisa terarah dan hasilnyapun bisa kita perkirakan hasilnya jika tidak
ada kendala permasalahan.
Disini saya bermaksud untuk membahas apa itu management proyek agar semua orang tau
C.Alat dan Bahan
- PC/Laptop
- Akses Internet
D.Jangka Waktu/Pelaksanaan Kegiatan
Rabu 25 Oktober 2017
E.Proses dan Tahapan Pekerjaan
Prinsip Umum Manajemen Proyek
George R. Terry telah merumuskan fungsi fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling).
- Planning (Perencanaan)
- Organizing (Pengorganisasian)
- Actuating (Penggerakan)
- Controling (Pengendalian)
A. Planning (Perencanaan)
Planning
adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai
kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang
menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas
(konsultan). Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep
planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan
tanggung jawab masing-masing.
Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
- Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang
tersedia. Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber
daya yang tersedia.
- Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
- Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.
B. Organizing (Pengorganisasian)
Organizing
(pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu
kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan
kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini
menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang
diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.
Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
- menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
- membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
- mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.
Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan
struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan.
Koordinasi dapat dilakukan melalui mekanisme :
- koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
- koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
- koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).
Koordinasi vertikal dan bersifat hirarkis :
- Pelaksana Konstruksi : koordinasi antara General Superintendant
dengan Material Superintendant atau dengan Construction Engineer atau
dengan Equipment Superintendant.
- Field Supervision Team, koordinasi antara Site Engineer dengan
Quantity Engineer atau dengan Quality Engineer merupakan koordinasi
vertikal dan bersifat hirarkis.
Koordinasi horizontal dan bersifat satu level :
- Pelaksanaan konstruksi, koordinasi antara Material Superintendant
dengan Construction Engineer atau dengan Equipment Superintendant
merupakan.
- Field Supervision Team, koordinasi antara Quantity Engineer atau
dengan Quality Engineer merupakan koordinasi horizontal dan bersifat
satu level.
Koordinasi diagonal :
Koordinasi
antara General Superintendant dengan Site Engineer merupakan koordinasi
horizontal dan bersifat satu level, sedangkan koordinasi antara Kepala
Satuan Kerja Pekerjaan Civil Works dengan General Superintendant atau
dengan Site Engineer merupakan koordinasi vertikal.
C. Actuating (Penggerakan)
Actuating
diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang
tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan
di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan
kelompok untuk menggerakkan; mengarahkan; dan memberikan motivasi kepada
anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi
dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang
telah ditetapkan.
Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
- Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
- Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan
mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga
dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
- Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan
dilaksanakan oleh pegawainya.Lakukan praktek partisipasi dalam manajemen
guna menjalin kebersamaan dalam penyelenggaraan manajemen, hingga
setiap pegawai dapat difungsikan sepenuhnya sebagai bagian dari
organisasi.
- Upayakan memahami hak pegawai termasuk urusan kesejahteraan,
sehingga tumbuh sense of belonging dari pegawai tersebut terhadap tempat
bekerja yang diikutinya.
- Pimpinan perlu menjadi pendengar yang baik, agar dapat memahami
dengan benar apa yang melatarbelakangi keluhan pegawai, sehingga dapat
dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan sesuatu keputusan.
- Seorang pimpinan perlu mencegah untuk memberikan argumentasi sebagai
pembenaran atas keputusan yang diambilnya, oleh karena pada umumnya
semua orang tidak suka pada alasan apalagi kalau dicari-cari agar bisa
memberikan dalih pembenaran atas keputusannya.
- Jangan berbuat sesuatu yang menimbulkan sentimen dari orang lain atau orang lain menjadi naik emosinya.
- Pimpinan dapat melakukan teknik persuasi dengan cara bertanya sehingga tidak dirasakan sebagai tekanan oleh pegawainya.
- Perlu melakukan pengawasan untuk meningkatkan kinerja pegawai, namun
haruslah dengan cara-cara yang tidak boleh mematikan kreativitas
pegawai.
D. Controlling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang
telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan
atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh
konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan
konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General
Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang)
terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu
Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant,
Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan
masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan
kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran
sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.
Kegiatan ini
berlaku juga dalam kegiatan internal konsultan supervisi, dalam artian,
kepada pihak luar konsultan supervisi itu bertugas mengawasi kontraktor,
selain itu secara internal Site Engineer juga melakukan controlling
terhadap Quantity Engineer dan Quality Engineer. Secara keseluruhan
internal controlling ini dapat mendorong kinerja konsultan supervisi
lebih baik di dalam mengawasi pekerjaan kontraktor.
Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
- Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
- Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang , peralatan, bahan)
- Prosedur dan cara kerjanya
- Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran.
- Supaya target tercapai
- Ingin melakukan perubahan, dan atau pengembangan
- Memerlukan kecepatan (not business as usual)
- Ketika dibutuhkan Lintas sektoral, karena tdk dapt dilakukan melalui birokrasi organisasi yg ada.
- Untuk mendukung pelaksanaan rencana strategik
- Memerlukan terobosan.
Tahapan Manajemen Proyek
- Tahap Identifkasi (inisiasi = tahap memilih / seleksi proyek)
- Desain (Perencanaan, pendanaan, penganggaran)
- Implementasi/Pelaksanaan (organisasi,penjadwalan, mobilisasi sumber daya
- Evaluasi: -monitoring – pengendalian
- Audit Proyek
- Terminasi: Penutupan proyek.
E. Hasil Yang Didapat
Dapat paham Management proyek Bidang IT & Pendidikan1
F.Kesimpulan
Mengkonfigurasi Dynamic NAT
G.Referensi
Referensi saya dari repository BLC Telkom
Wassalamualaikum wr.wb
Recent Comments