Konfigurasi NAT Static Pada Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr.Wb
 Ketemu lagi bersama saya, Kali ini saya akan sedikit sharing tentang


  •  PENDAHULUAN
Assalamualaikum wr. wb

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang konfigurasi NAT Static pada Packettracer

  • LATAR BELAKANG
Jika kita memiliki sebuah jaringan yang terhubung dengan server yang menggunakan IP Public maka perlu dilakukan NAT pada router agar IP lokal bisa dikenali/terhubung dengan IP Public
  • MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuannya adalah agar IP lokal pada jaringan yang terhubung pada perangkat client bisa mengakses sebuah server yang menggunakan IP Public

  • JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Kurang lebih 15 menit

  • ALAT DAN BAHAN
  1. LAPTOP/PC
  2. SOFTWARE PACKETTRACER
  • TAHAPAN PELAKSANAAN
Pada kasus ini,terdapat IP Public 172.16.16.0/28 maka,jika IP lokal ingin mengakses server yang menggunakan IP Publik jadi perlu dilakukan NAT






 Untuk konfigurasinya,pertama masuklah ke mode global config pada router dan masukkan perintah sebagai berikut :
"ip nat inside source static 172.16.16.1 64.100.50.1"

Keterangan :
=> 172.16.16.1 adalah IP Inside(IP yang mengarah ke server)
=> 64.100.50.1 adalah IP Outside(IP yang mengarah ke client)

Langkah selanjtunya adalah menyetting interface yang digunakan pada router
Pada interface g0/0 adalah sisi inside dari NAT,maka masuklah ke interface dengan perintah "int g0/0" lalu ketikkan perintah "ip nat inside" lalu tekan enter
Kemudian,pindah ke interface s0/0//0 dengan perintah "int s0/0/0" dan ketikkan perintah "ip nat outside" lalu tekan enter




Nah,langkah selanjutnya adalah melakukan routing pada router,pada router ketikkan perintah "ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0/0"
Keterangan :
=> 0.0.0.0 0.0.0.0 adalah IP dan Subnet mask yang mewakili semua IP dan semua netmask yang ada



Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan mengakses IP Publik milik Server,coba masuk ke web browser pada sebuah PC di packettracer kemusidan ketikkan IP Publik milik server. Apabila tidak muncul kata "request time out" melainkan muncul tampilan halaman milik server,maka konfigurasi telah berhasil






  • KESIMPULAN
Jadi dengan NAT kita bisa menghubungkan IP lokal pada router dengan IP publik agar bisa saling terkoneksi/mendapta akses internet

  • HASIL YANG DIDAPAT
Client dengan IP lokal bisa mengakses internet/server yang menggunakan IP Publik

Cukup sekian sharing dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

posted under | 0 Comments

CCNA 1: Intrroduction To Networking (Chapter 3: Secsion.3.3-3.4)

Assalamu'alaikum Wr.Wb


Ketemu lagi bersama saya,Dalam 1 Minggu kedepannya di BLC telkom Ada training Cisco dan dibimbing oleh mas lathif, Alumni BLC Telkom Tahun 2015-2016,
Hari ini masuk di Chapter 3, Section3.3-3.4

A. Pendahuluan

  • Packet Tracer adalah alat simulasi visual lintas platform yang dirancang oleh Cisco Systems yang memungkinkan pengguna membuat topologi jaringan dan meniru jaringan komputer modern. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan konfigurasi router dan switch Cisco menggunakan antarmuka baris perintah simulasi. Packet Tracer memanfaatkan antarmuka pengguna drag and drop , yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan dan menghapus perangkat jaringan simulasi sesuai keinginan mereka. Perangkat lunak ini terutama berfokus pada siswa Certified Cisco Network Associate Academy sebagai alat edukasi untuk membantu mereka mempelajari konsep-konsep dasar CCNA. Siswa yang terdaftar dalam program CCNA Academy dapat dengan bebas mendownload dan menggunakan alat ini secara gratis untuk keperluan pendidikan
B. Chapter 3 (Section 3.3-3.4)



  • Section.3.3
    • Topic.3.3.1




    • Topic.3.3.2



  • Section.3.4
    • Topic.3.4.1




C. Referensi :



Cukup sekian sharing dari saya semoga bermanfaat bagi kita ssemua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

posted under | 0 Comments

CCNA 1:Introductin To Networking (Chapter 3: Section 3.0-3.1)

Assalamu'alaikum wr.wb

 Ketemu lagi bersama saya,Dalam 1 Minggu kedepannya di BLC telkom Ada training Cisco dan dibimbing oleh mas lathif, Alumni BLC Telkom Tahun 2015-2016,
Hari ini masuk di Chapter 3, Section 3.0-3.1
 A. Pendahuluan
  • Packet Tracer adalah alat simulasi visual lintas platform yang dirancang oleh Cisco Systems yang memungkinkan pengguna membuat topologi jaringan dan meniru jaringan komputer modern. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan konfigurasi router dan switch Cisco menggunakan antarmuka baris perintah simulasi. Packet Tracer memanfaatkan antarmuka pengguna drag and drop , yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan dan menghapus perangkat jaringan simulasi sesuai keinginan mereka. Perangkat lunak ini terutama berfokus pada siswa Certified Cisco Network Associate Academy sebagai alat edukasi untuk membantu mereka mempelajari konsep-konsep dasar CCNA. Siswa yang terdaftar dalam program CCNA Academy dapat dengan bebas mendownload dan menggunakan alat ini secara gratis untuk keperluan pendidikan
B. Chapter 3 (Section 3.0-3.1)
  • Section.3.0
    • Topic.3.0.1

  • Section.3.1
    • Topic.3.1.1






C. Referensi


Cukup sekian dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu'alaikum wr.wb

posted under | 0 Comments

kongfigurasi Routing Static di Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Bertemu lagi dengan saya Ahans Iriano kali ini saya akan sharing tentang kongfigurasi Routing Static di Cisco Packet Tracer,   Cisco Packet Tracer merupakan aplikasi untuk mendesain jaringan, simulasi jaringan, dll. Untuk itu kami kali ini akan memposting bagaimana cara Routing static. Apa itu Routing static ? static router (router statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
 
A. Pengetian
Pengertian Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Suatu router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa sebuah PC yang difungsikan sebagai router (PC Router).

 
B. Latar Belakang
Latar belakang dari kegiatan ini yaitu saya ingin menghubungkan antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Suatu router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa sebuah PC yang difungsikan sebagai router (PC Router).

 
C. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu ingin menghubungkan 3 buah router agar dapat saling berhubungan meskipun dalam network yang berbeda.

 
D. Alat dan Bahan

  • PC / Laptop
  • Cisco Packet Tracer
E. Pelaksanaan Kegiatan
1. Langkah pertama kita tentukan topologinya dulu, saya menggunakan topologi seperti dibawah ini.



2. Setelah itu kita konfigurasi Router 0


  • Klik pada Router0 kemudian klik pada tab CLI untuk melakukan konfigurasi degan Command Line Interfaces
  • Ketikkan no
  • Kemudian ketikkan perintah seperti dibawah ini
    Router>enable
    Router#configure terminal
    Router(config)#
    Kemudian kita atur interface fast eth 0/0 dengan perintah
    Router(config)#int fa 0/0
    Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write
    Kemudian kita atur interface serial 2/0 dengan perintah
    Router#configure terminal
    Router(config)#int se 2/0
    Router(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.0.0.0
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write

3. Setelah itu kita konfigurasi Router1




  • Klik pada Router1 kemudian klik pada tab CLI untuk melakukan konfigurasi degan Command Line Interfaces
  • Ketikkan no
  • Kemudian ketikkan perintah seperti dibawah ini
    Router>enable
    Router#configure terminal
    Router(config)#
    Kemudian kita atur interface fast eth 0/0 dengan perintah
    Router(config)#int fa 0/0
    Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write

    Kemudian kita atur interface serial 2/0 dengan perintah
    Router#configure terminal
    Router(config)#int se 2/0
    Router(config-if)#ip add 10.10.10.2
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write
    Kemudian kita atur interface serial 3/0 dengan perintah
    Router#configure terminal
    Router(config)#int se 3/0
    Router(config-if)#ip add 100.100.100.1
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write
4. Setelah itu kita konfigurasi Router2

  • Klik pada Router0 kemudian klik pada tab CLI untuk melakukan konfigurasi degan Command Line Interfaces
  • Ketikkan No
  • Kemudian ketikkan perintah seperti dibawah ini
    Router>enable
    Router#configure terminal
    Router(config)#
    Kemudian kita atur interface fast eth 0/0 dengan perintah
    Router(config)#int fa 0/0
    Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write

    Kemudian kita atur interface serial 2/0 dengan perintah
    Router#configure terminal
    Router(config)#int se 2/0
    Router(config-if)#ip add 100.100.100.2
    Router(config-if)#exit
    Router(config)#exit
    Router#write
Pada saat menghubungkan serial router ini harus 1 Jaringan namun harus berbeda hostnya dengan catatan harus membedakan IP kelasnya. Saya setting seperti diatas agar mudah mengingatnya.
5. Setelah itu kita mengatur IP pada PC
- PC 0
kita setting ip seperti ini


- PC1
Kita setting ip seperti ini


- PC 2
Kita setting ipnya seperti ini



6. Setelah selesai, kini tinggal Setting IP Route (STATIC)
Pada pemasangan ini dibutuhkan ketilitian anda. Catatan :




Network diisi dengan IP TUJUAN dengan Host Terkecil yaitu diisi dengan 0

Contohnya Menuju Router2, Router 2 memiliki IP Fastethernet : 192.168.3.1, Jadi Penulisannya : 192.168.3.0 . Netmask diisi mengikuti Network Apabila Kelas C diisi dengan 255.255.255.0
Next Hop diisi dengan serial terdekat dari Router itu sendiri ( Serial yang Pertama dilewati setelah keluar dari router itu sendiri)
Setelah itu kini kita setting IP Route Static
Setting IP Router 0 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.2
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 10.10.10.2

Setting IP Router 1 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1
Router(config)#ip route 194.168.3.0 255.255.255.0 100.100.100.2

Setting IP Router 2 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 100.100.100.1
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 100.100.100.1

Setelah selesai kita coba tes dengan ping di PC. Kita ambil PC0 mengeping IP Fastethernet pada PC 1, dan PC 2.


 F. Referensi


G. Hasil Dan kesimpulan



Kesimpulan dari hasil kegiatan ini yaitu dalam melakukan konfigurasi routing static ini kita perlu cermat dalam menentukan ip tujuan dan gateway, karena jika salah maka tidak akan berhasil dalam melakukan konfigurasi. Konfigurasi router ini berguna untukk menghubungkan network  maupun subnet yang berbdea sehungga dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain. 
sekian dari saya...
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

posted under | 0 Comments

Membuat DHCP server Menggunakan Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum wr.wb

Ketemu lagi bersama saya AHANS IRIANO,Hari ini saya akan melakukan praktik cisco yaitu membuat DHCP Server mengguanakan cisco packettracer, karna dalam 1 minggu kemarin adalah membahas materi tentang packettracer,


A. Pendahuluan

  • DHCP singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang akan memberikan konfigurasi secara dinamis/automatis terhadap host. Salah satunya untuk konfig IP Address secara otomatis.Jadi kita tidak perlu setting IP satu persatu IP disetiap host,tinggal mengaktifkan konfigurasi IP DHCP 
  • Sementara pengertian dari Cisco Packet Tracer Student adalah imulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco System dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

B. Latar Belakang

  • Dalam DHCP server mempunyai beberapa keuntungan dalam menggunakan DHCP server antara lain.  
    • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. 
    • DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.  
    • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
    • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
    • DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.

C. Maksud dan Tujuan

  • Maksud dan tujuan saya membuat simulasi ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi peminat jaringan supaya memahami sekaligus mempraktekan dan mengembangkan simulasi perangkat jaringan.

D. Proses/Tahapan 

  • Buka aplikasi Cisco Packet Tracer.
  • Lalu tampilan selanjutnya

  • Setelah itu siapkan satu buah server,satu switch,dan  12 perangkat host


  • Setelah itu sambungkan semua perangkat dengan menggunakan kabel copper straight-through karena jenis perangkat yang saling dikonksi berbeda.


  • lalu klik 2kali server ->config->FastEthernet0.Saya memilih subnet mask 255.255.255.240 karena jumlah hostnya ada 12,dan yang paling cocok adalah subnetmask ini karena jumlah maksimal host yang ditampung adalah 16 


  • tetap pada server, buka service->DHCP.

  • lalu Start ip address dan subnet mask akan otomatis terisi.Bisa kta ubah maximum number of users 16 sesuai dgn max host dari subnet masksetelah itu klik save.


  • Kemudian kita melakukan test terhadap salah satu host dgn klik 2kali->Desktop->IP configuration


  • tampilannya akan jadi seperti ini.lalu pindah ke konfigurasi IP DHCP lalu tunggu


  • lalu akan muncul alamat IP secara otomatis 
  • Lakukan Selanjutnya ke host lain, dan jangan lupa testing ip agar benar-benar terhubung melalui command prompt dengan ketik ping 192.168.0.1 (Ping ke alamat server) jika ada kalimat reply from maka sudah terkoneksi
E. Kesimpulan  
  • Pemberian IP Address otomatis memanfaatkan protokol DHCP. Host yang melakukan layanan pemberian IP address disebut server DHCP. 
  • Workstation baru mendapat konfigurasi host dari DHCP server hanya jika layanan DHCP server memang ada dan statusnya On. 
  • Layanan DHCP juga tidak akan mmberi IP jika para host tidak mengaktifkan konfigurasi DHCP 
  • DHCP server adalah server yang melayani protokol untuk penyewaan IP.
    Dalam sebuah jaringan yang besar mempunyai banyak pengguna, maka tanpa DHCP butuh dilakukan konfigurasi satu per satu yang sangat melelahkan. Dengan adanya DHCP, maka konfigurasi otomatis bisa dijalankan. DHCP menyewakan IP dalam satu jangkauan. DHCP bisa memberikan informasi tentang IP yang disewakan, DNS, juga waktu penyewaan yang berlaku. Sehingga tidak ada lagi konfigurasi manual yang dilakukan.
F. Referensi 

Cukup sekian sharing dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua. 
Wassalamu'alaikum wr.wb

posted under | 0 Comments
Newer Posts Older Posts Home

About

Powered by Blogger.

About this blog

karakter dan kepribadian

Assalamu'alaikum Wr.Wb  Ketemu lagi bersama saya, Kali ini saya akan sedikit sharing tentang PENGERTIAN Kepribadian adalah kes...

Search This Blog

Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

cursor

body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-1/cur7.cur), progress !important;}

Followers


Recent Comments